Sepenggal Kisah Perjalanan Kami

Wednesday, September 09, 2009

Ketika Balita Suka Berbicara Sendiri

Sering kita melihat dan mendengar anak atau keponakan keponakan kita yang masih balita "nggeremeng" atau berbicara sendiri sambil asyik dengan mainannya. Apakah ini wajar? Sampai batas tertentu hal tersebut wajar saja. Dan ternyata, kegiatan "berbicara sendiri" ini mempunyai manfaat yang besar untuk perkembangan si kecil.

# Seperti yang saya baca di tabloid Ayahbunda, anak anak usia balita secara umum sudah mampu menguasai 1000 kosakata dalam kesehariannya. Dengan melakukan kegiatan berbicara sendiri, hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mengulang kata kata yang telah mereka dengar akan tetapi jarang dipakai dalam percakapan sehari hari. Selain itu, mereka juga bisa belajar melafalkan sendiri kata kata yang baru didengar dan dipelajarinya itu.

Begitu pula Nduk Jija, aktifitas "nggeremengnya" sering dia lakukan, karena banyak kosakata Bahasa Inggris yang baru dia dapat disekolahnya. Karena kalo di rumah kita memang membiasakan memakai Bahasa Indonesia sambil disisipi Bahasa Inggris sedikit sedikit.

Beberapa mainan yang sering dimainkan Nduk Jija ketika bermonolog

# Disamping itu, selain mengeksplorasi kosakata baru, kegiatan berbicara sendiri ini juga bermanfaat untuk mengembangkan daya imajinasi balita. Karena kegiatan berbicara sendiri ini, sangat wajar jika seandainya si kecil seolah olah mempunyai teman imajinasi. Kemampuan berimajinasi (teman imajinasi) ini biasanya akan mulai berkurang atau hilang di usianya yang ketujuh.

Perlu diwaspadai jika si kecil "terlalu" asyik dan "terlalu" sering berimajinasi sehingga menolak atau lebih memilih menutup diri atau tidak mau berbicara dengan orang lain. Jadi pointnya, selama kegiatan berbicara sendiri ini masih wajar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.



*Sumber: Dari berbagai sumber termasuk Ayahbunda

25 comments:

  1. kalo emaknya yg suka bicara sendiri patut diwaspadai gak hehehe nggremeng soal harga sembako yg naek saban hari:p

    ReplyDelete
  2. :15: nduk jija,,nduk jija,,pinjemin mainannya itu dunk:10:

    ReplyDelete
  3. Sebuah sharing yang mantap dan bermanfaat.
    Besok-besok ditulis bagaimana kalau manula bicara sendiri.
    wakakakakakaa

    ReplyDelete
  4. matur nuwun telah berkenan mampir di gubukku mbak lala.....ketika semua serba sawang sinawang semuanya terassa indah....

    ReplyDelete
  5. iya la, asal gak ngguya-ngguyu dewe hehe itu baru mengkhawatirkan...

    ReplyDelete
  6. wah... bagus mainannya, apa namanya itu?
    thanks for sharing info nya ya..
    klo anak hidup dengan dunianya sendiri, takutnya malah autis, ya, ngga ya??

    ReplyDelete
  7. jangan sampai melewati batas imajinasinya
    katanya sih berbahaya

    ReplyDelete
  8. @ namaku wendy, Kabasaran Soultan :2: :9:

    @ Ali Mas'adi, Fajar, anak nelayan, you're welcome

    @ Isma, :9:

    @ Penny, he eh mbak, kalo sudah di ambang batas kewajaran musti dikonsultasikan dengan dokter tuch.

    @ attayaya, yups, semua kalo terlalu berlebihan juga ga bagus

    ReplyDelete
  9. betul skelai nih, aku sudah mengalaminya

    ReplyDelete
  10. weww... keren banget 'nggeremeng' nya klu ada bhsa linggisnya sii.. :( gag kebayang... soalnya ponakan saiia, banyak kata yg sama utk hal yg berbeda dengan yg di maksud, gmn klu di tambah bhsa espanyola sama yunani kuno iia??!?! hueleeehhh...

    ReplyDelete
  11. selamat pagi semua
    pagi yang indah

    ReplyDelete
  12. kadang-kadang lucu juga dengerin balita ngomong sendiri .. hihihihi

    ReplyDelete
  13. bisa jadi pengalaman nih nanti :D

    ReplyDelete
  14. ada award tuk mbak.. silahkan di ambil jika bersedia :) terimakasih :)

    ReplyDelete
  15. ada juga film rugrat yang menyatakan bahwa bayi bisa komunikasi antar bayi..walaupun orang tua hanya bisa mendengar berupa "gremengan"..
    salam kenal..
    salam rimba raya lestari...

    ReplyDelete
  16. haduuh aku jadi jarang niih mampir kesini,,jadi ketinggalan beberapa postingan niih..maaf yaa mbak

    eeh ada pinokio situkang tipu tuuh,,jangan deket deket deeh entar nduk jija ditipu sama dia hehehe

    ReplyDelete
  17. he eh la..dulu juga farrell begitu..kalo sekarang sih udah banyak pertanyaan yg diajukan ke orang tuanya..kadang kita bingung untuk ngejawabnya hehehe

    ReplyDelete
  18. katanya sih umur-umur balita gitu, suka punya teman khayal atau imajiner jadi kayak yang ngomong sendiri

    ReplyDelete
  19. Yap. Bnyak yang bilang itulah masa Yg pling mngasyikkan..imajinasi bs bermain kmana2 tnpa dianggap orag lain aneh. Yang tak kalah ,mengasyikkan, bs mukulin org dewasa tnpa mreka bs marah...waakakakak :-)

    ReplyDelete
  20. Tapi alangkah baiknya kalau lingkungan diseitarnya lebih dikondisikan untuk perkembangan si buah hati...
    sayang kalau ada unsur negatif yang masuk...

    ReplyDelete
  21. halo mba... apakabar nih hehehe.. lama gak mampir neh...wah boneka2 koleksi Nduk Jija lucu2 yaa...

    ReplyDelete
  22. ciamik coi and bermanfaat bagi temen2 yang ngomong sendiri itu baik bagi perkembangan otak, he he he gabung and salam kenal.

    ReplyDelete

Sopan dan Santun dalam berkomentar, disukai banyak teman...
Terima Kasih ^_^

© The Journey